Wednesday, December 27, 2017

NEGERI KOTA SENJA

Tah,
Terbayang aku saat kaki menjejak di kota senja syahdu
Mendekap tangan-tangan kotor lesap
Namun, Tah
Ketika bayang buyar dalam kenangan
Jalanan kota yang syahdu itu
Hanya risau berkecamuk,
Tersadai segala dalam perih luka
Tapi, Tah
Kemana hati nurani mereka
Yang meronggoh kantong bersisa debu rakyat jelata?
Merekakah itu bertopeng cadas
Yang penuh wajah-wajah tak bermalu aib
Hanya demi kepentingan materialistis dunia?

Tah,
Adakah kota syahdu dalam bayanganku itu?
Tanpa peras
Tanpa bengis
Tanpa tangis
Yang ada ribuan harapan masa depan?

Terakhir tah,
Hati nurani telah terkikis
saat lembaran dusta di hamparan beribu nyawa tergadaikan
kejam menghujam tajam
menusuk hati kecil tak lagi bersuara
Tah,
Kemana nak dituju pesan kecil ku ini tah?
Hukum karma belum berlalu
Tapi, beribu sumpah serapah busuk telah berlaku





Pekanbaru, 2016 

No comments:

Post a Comment

SENJA YANG RENTA

SENJA YANG RENTA Senja telah menyapa. Suasana kota yang begitu besar masih tetap saja riuh. Aku yang sedang duduk di taman penuh...