Tah,
Terbayang aku
saat kaki menjejak di kota senja syahdu
Mendekap
tangan-tangan kotor lesap
Namun, Tah
Ketika bayang
buyar dalam kenangan
Jalanan kota
yang syahdu itu
Hanya risau
berkecamuk,
Tapi, Tah
Kemana hati
nurani mereka
Yang meronggoh
kantong bersisa debu rakyat jelata?
Merekakah itu
bertopeng cadas
Yang penuh
wajah-wajah tak bermalu aib
Hanya demi
kepentingan materialistis dunia?
Tah,
Adakah kota
syahdu dalam bayanganku itu?
Tanpa peras
Tanpa bengis
Tanpa tangis
Yang ada ribuan
harapan masa depan?
Terakhir tah,
Hati nurani
telah terkikis
saat lembaran
dusta di hamparan beribu nyawa tergadaikan
kejam menghujam
tajam
menusuk hati
kecil tak lagi bersuara
Tah,
Kemana nak
dituju pesan kecil ku ini tah?
Hukum karma
belum berlalu
Tapi, beribu
sumpah serapah busuk telah berlaku
Pekanbaru,
2016
No comments:
Post a Comment