“Dunia Teater Yang Sepi”. Apa yang anda pikirkan dari kalimat
tersebut? Ya, anda boleh menerangkan, berpendapat dan menjelaskan dari sudut
anda masing-masing. Dari segi apa, sudut mana, itu pendapat anda. Pada saat ini
teater terlihat begitu “Sepi” dan enggan orang menyinggahi untuk bergelut pada
Dunia Teater. Bila kita lihat di lingkungan sekolah-sekolah, mungkin tidak
banyak siswa-siswi yang mau bersinggah pada dunia itu. Hanya beberapa sekolah
yang mungkin mendukung dan menggeliat dalam dunia teater tersebut. Mengapa?
karena anak-anak sekarang telah mengikuti perkembangan zaman. Dimulai dengan
hadirnya gadget serta tren-tren masa
kini yaitu, K-POP. Mungkin sebagian dari mereka enggan menyinggahi dunia peran,
karena tidak masuk dalam kategori “Tren Masa Kini” dan tidak populer dizaman
dengan istilah “Kids Zaman Now’.
Menurut Ratna Riantiarno yang juga
penggagas Teater Koma mengatakan bahwa melalui teater kita bisa belajar
mengenali karakter. Rasa percaya diri pun akan semakin tumbuh jika menggeluti
teater dengan serius. “Teater itu kalau sudah di atas panggung bisa jadi orang
lain. Dengan berdialog, tidak cuma menghafal", ujar Ratna.
Dari kutipan di atas dapat kita tangkap, bahwa teater merupakan ruang lingkup yang dapat mengasah bakat yang ada pada diri kita. Yang dulu kita tidak memiliki nyali untuk tampil di depan khalayak ramai karena kita selalu gugup alias Nervouse, tapi dengan belajar di Dunia Teater (peran) inilah kita dapat mengolah itu semua. Memang untuk melatih mental, kecakapan bicara, serta mengembangkan apa yang ada didiri kita membutuhkan sebuah proses. Tidak ada yang namanya “Seperti Membalikan Telapak Tangan”, karena untuk mencapai sesuatu yang gemilang membutuhkan usaha yaitu melalui proses latihan.
Dari kutipan di atas dapat kita tangkap, bahwa teater merupakan ruang lingkup yang dapat mengasah bakat yang ada pada diri kita. Yang dulu kita tidak memiliki nyali untuk tampil di depan khalayak ramai karena kita selalu gugup alias Nervouse, tapi dengan belajar di Dunia Teater (peran) inilah kita dapat mengolah itu semua. Memang untuk melatih mental, kecakapan bicara, serta mengembangkan apa yang ada didiri kita membutuhkan sebuah proses. Tidak ada yang namanya “Seperti Membalikan Telapak Tangan”, karena untuk mencapai sesuatu yang gemilang membutuhkan usaha yaitu melalui proses latihan.
Mengapa Dunia Teater itu Sepi?
Kembali pertanyaan ini kita pikirkan.
Dari sudut pandang penulis, “Mengapa Dunia Teater itu Sepi?, mungkin karena
proses dari teater begitu berat dan begitu lama hingga menjadi sebuah kejenuhan
bagi setiap orang yang bersinggah di dunia teater. Bagi penulis dari kutipan
yang telah dipaparkan di atas tadi sudah menerangkan segelintir proses untuk
membentuk sebuah karakter dan kepercayaan diri kita. Dari sisi lain, di zaman
era post modern ini, orang-orang tidak lagi dipersulit untuk melihat dan
menonton sebuah pertunjukan secara langsung. Mungkin kembali dengan kehadiran gadget dalam dunia maya, orang-orang
langsung biasa menikmati dari sebalik layar kaca kecil berkotak canggih. Tapi,
zaman yang canggih saat ini tidak bisa kita salahkan, karena telah menjadi
kebutuhan kita sehari-hari.
Hang Kafrawi yang merupakan tokoh
teaterawan di Riau yang sudah lama bergelut di dunia teater pernah berkata,
“Dunia seni teater ini seperti “hantu”. Hanya orang-orang yang bermental kuat
dan punya nyali yang besar berada di dunia itu. Pada saat ini, mungkin beberapa
anak-anak sekarang yang mau menyinggahinya. Teater harus kembali di tengah
masyarakat pada dunia modern, yang dulu teater hanya banyak tampil di
masyarakat kampung. Karena teater adalah realitas masyarakat dan dijadikan
sebuah pertunjukan di media panggung.”
Mungkin ini menjadi sebuah tantangan
dan tugas kita yang bergelut lama pada dunia teater untuk menciptakan sebuah
dunia yang ramai dan tidak lagi sepi khususnya diteater. Bagaimana kita membawa
dunia teater yang sepi ini kembali hiruk pikuk di kalangan orang-orang sehingga
tidak enggan lagi menyinggahinya. Mari kita semarakan dan tunjukkan ke
masyarakat bahwa teater merupakan sebuah pertunjukkan merakyat. Karena teater
seni yang mempertontonkan dan mengisahkan apa yang terjadi di dalam kehidupan
kita. Kembali pada hati kita mau dibawa kemana Dunia Teater ini. Bagi penulis
Dunia Teater ini merupakan tempat untuk mencurahkan seluruh perasaan,
kegelisahan, dan curahan hati yang tidak luput dari keadaan masyarakat yang
terjadi pada saat itu.

No comments:
Post a Comment