Friday, December 29, 2017

ETIKA BERPAKAIAN MELAYU

Dr. ( H.C.) H. TENAS EFFENDY memperkenalkan tentang Etika Berpakaian Melayu haruslah mencerminkan sikap dan perilaku terpuji, menunjukkan keperibadian yang baik, sehingga tidak merusak atau merendah martabat pakaian Melayu yang di pakainya.

Ungkapan adat Melayu mengatakan, "Adat memakai pada yang sesuai, adat duduk pada yang elok, adat berdiri tahukan diri".

Ungkapan ini mengandung makna yang dalam, intinya memberi petunjuk bahwa setiap orang dituntut untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya, berperilaku menurut alur dan patutnya. Di dalam hal berpakaian hendaklah mengacu kepada asas 'sesuai' yaitu  sesuai pakaiannya, sesuai memakainya, sesuai cara memakainya, sesuai tempat memakainya, sesuai pula menurut ketentuan adat atau yang ditegaskan lagi elok baju karena sejudu, elok pakaian karena sepadan.

Akan tetapi kita kaitkan dengan pada saat ini telah banyak kita jumpai orang Melayu tidak lagi mengikuti kaidah dan ketentuan dalam berpakaian Melayu yang bersebati dengan agama Islam, hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan modernisasi yang sangat melunjak di hadapan kita, lihatlah banyak sekali pakaian melayu yang mencolok dimata kita. seprti wanita memakai baju-baju yang ketat hingga menampakkan bentuk dan lekuk tubuhnya dimata orang banyak, tujuannya agar pria terpesona melihatnya tetapi sebenarnya ini melanggar etika dalam berpakaian Melayu. Jika hal tersebut masih terus berlanjut tanpa ada perubahan dalam adab berpakaian, ini akan mencemarkan ciri khas Melayu yang dikenal dengan sopan santun dalam tingkah laku dan adab berpakaian.

Orang tua-tua dahulu mengatakan bahwa "Adat pakaian orang Melayu, pantang mendedahkan aib malu”, atau dikatakan "Adat memakai pakaian Melayu, pantang membuka aib badan, pantang menyingkap malu diri".  Penegasan ini menunjukkan bahwa dalam memakai pakaian Melayu terutama pakaian adatnya tidaklah dapat dilakukan dengan semena-mena atau mengada-ada atau memandai-mandai, tetapi wajiblah mengacu dan mengikut nilai hakikat dalam budaya Melayu yang disebati dengan ajaran Islam.

Di dalam kehidupan masa silam, orang Melayu amatlah cermat dalam hal-ihwal berpakaian, amat teliti dalam menentukan adat istiadat tentang cara memakai pakaian dan amat menjunjung tinggi nilai agama dan budaya dalam berpakaian. Mengapa saat ini bisa terjadi perubahan dalam berpakaian? Apakah mereka merasa gengsi dengan etika berpakaian Melayu yang dulu? Sehingga mereka tidak mengikuti kaidah Melayu yang sebenarnya sudah diterapkan oleh orang tua-tua dulu yang lebih bermanfaat dan sejalan dengan peraturan agama Islam. Karena orang Melayu selalu memilih pakaian yang sesuai dengan dirinya dan kedudukannya, berusaha memakai pakaian baik dan benar, dan berusaha menjaga pantang larang dalam berpakaian, dan berusaha menunjukkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Izwanto (Iwank) mahasiswa FIB Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, jurusan Sastra Daerah.

No comments:

Post a Comment

SENJA YANG RENTA

SENJA YANG RENTA Senja telah menyapa. Suasana kota yang begitu besar masih tetap saja riuh. Aku yang sedang duduk di taman penuh...