Dr.
( H.C.) H. TENAS EFFENDY memperkenalkan tentang Etika Berpakaian Melayu
haruslah mencerminkan sikap dan perilaku terpuji, menunjukkan keperibadian yang
baik, sehingga tidak merusak atau merendah martabat pakaian Melayu yang di pakainya.
Ungkapan
adat Melayu mengatakan,
"Adat memakai pada yang sesuai, adat duduk pada yang elok, adat berdiri
tahukan diri".
Ungkapan
ini mengandung makna yang dalam, intinya memberi petunjuk bahwa setiap orang
dituntut untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya, berperilaku menurut alur dan
patutnya. Di dalam hal berpakaian
hendaklah mengacu kepada asas 'sesuai' yaitu
sesuai pakaiannya, sesuai memakainya, sesuai cara memakainya, sesuai
tempat memakainya, sesuai pula menurut ketentuan adat atau yang ditegaskan lagi
elok baju karena sejudu, elok pakaian karena sepadan.


Akan
tetapi kita kaitkan dengan pada saat ini telah banyak kita jumpai orang Melayu
tidak lagi mengikuti kaidah dan ketentuan dalam berpakaian Melayu yang
bersebati dengan agama Islam, hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh
perkembangan zaman dan modernisasi yang sangat melunjak di hadapan kita, lihatlah
banyak sekali pakaian melayu yang mencolok dimata kita. seprti wanita memakai
baju-baju yang ketat hingga menampakkan bentuk dan lekuk tubuhnya dimata orang
banyak, tujuannya agar pria terpesona melihatnya tetapi sebenarnya ini
melanggar etika dalam berpakaian Melayu. Jika
hal tersebut masih terus berlanjut tanpa ada perubahan dalam adab berpakaian,
ini akan mencemarkan ciri khas Melayu yang dikenal dengan sopan santun dalam
tingkah laku dan adab berpakaian.
Orang
tua-tua dahulu mengatakan bahwa "Adat pakaian orang Melayu, pantang
mendedahkan aib malu”,
atau dikatakan "Adat memakai pakaian Melayu, pantang membuka aib badan,
pantang menyingkap malu diri". Penegasan
ini menunjukkan bahwa dalam memakai pakaian Melayu terutama pakaian adatnya
tidaklah dapat dilakukan dengan semena-mena atau mengada-ada atau
memandai-mandai, tetapi wajiblah mengacu dan mengikut nilai hakikat dalam
budaya Melayu yang disebati dengan ajaran Islam.
Di dalam kehidupan masa
silam, orang Melayu amatlah cermat dalam hal-ihwal berpakaian, amat teliti dalam
menentukan adat istiadat tentang cara memakai pakaian dan amat menjunjung
tinggi nilai agama dan budaya dalam berpakaian. Mengapa
saat ini bisa terjadi perubahan dalam berpakaian? Apakah mereka merasa
gengsi dengan etika berpakaian Melayu yang dulu? Sehingga mereka tidak mengikuti kaidah Melayu
yang sebenarnya sudah diterapkan oleh orang tua-tua dulu yang lebih bermanfaat
dan sejalan dengan peraturan agama Islam. Karena orang Melayu selalu memilih
pakaian yang sesuai dengan dirinya dan kedudukannya, berusaha memakai pakaian
baik dan benar, dan berusaha menjaga pantang larang dalam berpakaian, dan
berusaha menunjukkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Izwanto (Iwank)
mahasiswa FIB Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, jurusan Sastra Daerah.
No comments:
Post a Comment