Siapa yang
menyangka hidup ini akan berjalan mulus. Manusia yang memiliki jiwa kuat akan
terus bertahan walau ianya diterjang ombak yang begitu ganasnya. Tapi, bagi
manusia yang tidak berjiwa kuat ianya akan berputus asa dan mencari jalan
pendek hingga mengakhiri hidup. Di dunia tidak ada yang sempurna, karena
kesempurnaan itu milik Allah semata. Kita hidup di dunia ini bagaikan butiran
debu. Manusia yang hidup di dunia ada yang normal dan ada serba kekurangan.
Bagi anda
pembaca, mungkin manusia yang normal pada dirinya merasa syukur dengan apa yang
ada pada dirinya. Tetapi, sebaliknya manusia yang punya keterbatasan apa ia
akan langsung bersyukur begitu saja? Tidak. Ia pasti memulai suatu kehidupan
penuh cercaan, hinaan, serta dipandang sebelah mata. Setiap insan yang hidup di
dunia ini pastilah memiliki rasa cinta terhadap sesama.
Apakah tiap
manusia mampu bersabar? Ya, pasti bisa. Tetapi, kesabaran juga memiliki
batasan. Apakah keikhlasan bertautan dengan kesabaran? Ya, tapi “segelintir”. Mungkin
kesabaran bisa mereka lakukan, tapi ikhlas menyangkut pada iman. Banyak orang
bertanya:
“Bagaimanakah cara membuat hati
ikhlas dalam menjalani hidup?”
Ikhlas yaitu
membicarakan tingkat keimanan. Bagi penulis, ikhlas merupakan hal begitu sulit
untuk dikuasai. Ikhlas adalah kondisi dimana hati bersedia menerima keadaan
dengan penuh ketulusan dan tak menuntut sesuatu yang tak mungkin bisa dimiliki.
Karena ikhlas juga merupakan kunci untuk menguasai hati. Tak jarang kita
menemukan seseorang kehilangan sesuatu dalam hidupnya sehingga dia merasa
begitu sulit untuk mencoba menerima kenyataan, karena begitu sulit untuk
merelakan hal-hal yang telah pergi/hilang dalam hidupnya sehingga kadang
membuat hati menjadi keras. Mengapa? karena dia tak berusaha mengikhlaskan apa
yang telah pergi dalam hidupnya sehingga kehidupan yang ia jalani itu terasa
begitu sulit dan berat.
Mungkin,
keikhlasan dan kesabaran sangat perlu dilatih pada diri kita masing-masing. Agar
bisa menjadi manusia yang ikhlas maka jangan menilai sesuatu hanya pada bagian
luarnya, namun maknailah apa sebenarnya yang menjadi hikmah dari hal-hal
tesebut. Belajarlah makna keikhlasan dari orang yang dalam kehidupan ini
ditimpa berbagai kesulitan dan kekurangan namun mereka tetap bisa tersenyum
dalam menjalani hidup.
Karena ikhlas
tidaklah sebuah kata yang diucap keluar dari lisan melainkan suatu keadaan yang
diyakini pada hati. Andaikan kita tahu, “Kenapa Allah menimpakan sesuatu beban
kepada kita?”, karena Allah telah merahasiakan kepada kita segala takdir dan
ketetapan yang nantinya akan menimpa hambanya hanya untuk mengetahui salah satu
hal yaitu:
“Untuk melihat siapa yang paling
baik perbuatannya.”
Ruang Sunyi, 2018 (Awal)

MasyaAllah, luar biasa.
ReplyDeletePenuh makna dan pembelajaran yang bisa diambil untuk mengarungi kehidupan.