Tuesday, January 2, 2018

SABAR BERTEMAN IKHLAS

Siapa yang menyangka hidup ini akan berjalan mulus. Manusia yang memiliki jiwa kuat akan terus bertahan walau ianya diterjang ombak yang begitu ganasnya. Tapi, bagi manusia yang tidak berjiwa kuat ianya akan berputus asa dan mencari jalan pendek hingga mengakhiri hidup. Di dunia tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan itu milik Allah semata. Kita hidup di dunia ini bagaikan butiran debu. Manusia yang hidup di dunia ada yang normal dan ada serba kekurangan.

Bagi anda pembaca, mungkin manusia yang normal pada dirinya merasa syukur dengan apa yang ada pada dirinya. Tetapi, sebaliknya manusia yang punya keterbatasan apa ia akan langsung bersyukur begitu saja? Tidak. Ia pasti memulai suatu kehidupan penuh cercaan, hinaan, serta dipandang sebelah mata. Setiap insan yang hidup di dunia ini pastilah memiliki rasa cinta terhadap sesama.
(Gambar Ilustrasi)

Apakah tiap manusia mampu bersabar? Ya, pasti bisa. Tetapi, kesabaran juga memiliki batasan. Apakah keikhlasan bertautan dengan kesabaran? Ya, tapi “segelintir”. Mungkin kesabaran bisa mereka lakukan, tapi ikhlas menyangkut pada iman. Banyak orang bertanya:

          “Bagaimanakah cara membuat hati ikhlas dalam menjalani hidup?”

Ikhlas yaitu membicarakan tingkat keimanan. Bagi penulis, ikhlas merupakan hal begitu sulit untuk dikuasai. Ikhlas adalah kondisi dimana hati bersedia menerima keadaan dengan penuh ketulusan dan tak menuntut sesuatu yang tak mungkin bisa dimiliki. Karena ikhlas juga merupakan kunci untuk menguasai hati. Tak jarang kita menemukan seseorang kehilangan sesuatu dalam hidupnya sehingga dia merasa begitu sulit untuk mencoba menerima kenyataan, karena begitu sulit untuk merelakan hal-hal yang telah pergi/hilang dalam hidupnya sehingga kadang membuat hati menjadi keras. Mengapa? karena dia tak berusaha mengikhlaskan apa yang telah pergi dalam hidupnya sehingga kehidupan yang ia jalani itu terasa begitu sulit dan berat.

Mungkin, keikhlasan dan kesabaran sangat perlu dilatih pada diri kita masing-masing. Agar bisa menjadi manusia yang ikhlas maka jangan menilai sesuatu hanya pada bagian luarnya, namun maknailah apa sebenarnya yang menjadi hikmah dari hal-hal tesebut. Belajarlah makna keikhlasan dari orang yang dalam kehidupan ini ditimpa berbagai kesulitan dan kekurangan namun mereka tetap bisa tersenyum dalam menjalani hidup.

Karena ikhlas tidaklah sebuah kata yang diucap keluar dari lisan melainkan suatu keadaan yang diyakini pada hati. Andaikan kita tahu, “Kenapa Allah menimpakan sesuatu beban kepada kita?”, karena Allah telah merahasiakan kepada kita segala takdir dan ketetapan yang nantinya akan menimpa hambanya hanya untuk mengetahui salah satu hal yaitu:

          “Untuk melihat siapa yang paling baik perbuatannya.”



Ruang Sunyi, 2018 (Awal)

1 comment:

  1. MasyaAllah, luar biasa.
    Penuh makna dan pembelajaran yang bisa diambil untuk mengarungi kehidupan.

    ReplyDelete

SENJA YANG RENTA

SENJA YANG RENTA Senja telah menyapa. Suasana kota yang begitu besar masih tetap saja riuh. Aku yang sedang duduk di taman penuh...